Tampilkan postingan dengan label NUSANTARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NUSANTARA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2013

Jelang Tellasen Topa’ Harga Janur Melambung
Bangkalan - Para peda­gang janur Beberapa hari menjelang datangnya leba­ran ketupat atau yang biasa dise­but dengan tellasen to­pa’ mulai menikmati un­tung be­sar dari penjualan.
Ribuan daun janur bahan pembuat ketupat tersebut lu­des diser­bu konsumen un­tuk kebutu­han lebaran.
Salah satu pedagang ja­nur ketupat di pasar Ki Le­mah Duwur Bangkalan me­ng­aku, sekitar 1.200 lembar janur da­ganganya ludes di beli warga.
Padahal dia men­jual de­ngan harga di luar harga normal.
Berbeda dari tahun sebe­lumnya, harga janur ketupat naik dua kali lipat. Kalau se­belumnya harga ketupat ber­kisar 5.000 per seratusnya, ta­hun ini harga mencapai 15.0­00 per seratus.
“Dulu saya hanya men­jual dengan harga lima ribu, seka­rang naik menjadi lima belas ribu,” ujarnya tanpa mau me­nyebutkan nama­nya.
Kenaikan harga ini disi­nya­lir karena langkanya ja­nur di saat musim kemarau.
Aki­batnya para peda­gang janur juga kesulitan menda­patkan bahan ketupat terse­but se­hingga mereka me­nai­kan har­ga daun yang diambil dari pohon kelapa ter­sebut.
“Kalau menurut saya, har­ga­nya sudah wajar, soal­nya musim sekarang ini cari janur atau daun muda pohon kela­pa juga agak sulit, na­mun pa­ra pelanggan saya menyada­rinya jadi meskipun mahal mereka tetap beli,” tambah­nya. F Rahman
Roda Dua Padati Jembatan Suramadu
Surabaya - Pengendara roda dua dan roda empat terus memadati Jembatan Surama­du, Jawa Timu men­je­lang hari raya Idul Fitri. Bahkan tahun ini diperkirakan naik dibanding ta­hun lalu.
Roda Dua Padati Jembatan Suramadu
“Perkiraan kami kenda­ra­an yang akan melintas di Jem­batan Suramadu naik 10 per­sen,” kata Suhariyono, Kepala Pintu Gerbang Tol Jem­batan Suramadu.
Diperkirakan jumlah ken­da­raan yang melintas 950 ribu lebih pada musim mudik Leba­ran tahun ini.
“Asumsi kami 950 ribu ken­daraan tersebut roda dua sekit­ar 70 persen, sedangkan 30 persen sisanya merupa­kan kendaraan roda empat.” im­buh­nya.
Jembatan terpanjang di Indonesia itu menghubungan Surabaya dengan Pulau Ma­du­ra .
Untuk mengantisipasi ke­macetan atau antrian pan­jang, pihaknya memper­siap­kan pe­nam­bahan lajur tiga hingga lima untuk kendaraan roda dua baik di sisi Madura maupun di sisi Sura­ba­ya.
”Untuk mengantisipasi ada­nya antrian kendaraan, kami berencana akan mem­bu­ka jalur 3 sampai 5 pintu,” pungkasnya. F Rahman
 
Pilkada Palangkaraya Dilaporkan Ke DKPP
Palangkaraya - Sengketa Pilkada Kota Palangka Raya pasca keputusan Makamah Konstitusi masih meninggal­kan persoalan-persoalan yang dianggap oleh Tim Advo­kasi Tuty Dau-Maryono (Da­mar) cacat hukum.
Meski mengaku  bisa me­ne­ri­ma hasil pilkada Kota Palangka Raya 5 Juni 2013 la­lu, namun Tim Advokasi (Da­mar) tetap akan menin­dak­lanjuti semua temuan du­gaan pelanggaran yang ter­jadi sela­ma masa kampa­nye dan ma­sa tenang.
Pilkada Palangkaraya
Selain itu, Tim peme­na­ng­an Damar juga menemu­kan adanya indikasi kecura­ng­an yang terjadi dilapangan, yakni banyaknya pengaduan mulai dari warga yang tidak men­da­patkan undangan un­tuk me­milih hingga adanya du­gaan money politik dan banyaknya KTP tanpa NIK (Nomor Induk Kependudu­kan) yang dike­luarkan hanya untuk kepen­ti­ngan mobilisasi massa.
“Kita sudah megirim surat kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DK­PP) meminta DKPP untuk me­meriksa KPU Kota Pa­lang­ka Raya terkait asas-asas Pilkada yang dilaksa­na­kan oleh KPU Kota Palangka Ra­ya,” kata Jefferson Dau dari Tim Advokasi Damar di Pon­tia­nak.
Menurutnya ada delapan  persoalan dilaporkan ke DK­PP atas pelanggaran dari KPU Kota Palangka Raya yakni persoalan DPT dirubah seba­nyak 3 kali oleh KPU, banyak DPT yang tidak me­mi­liki NIK, dan pada saat peng­ambilan surat suara dan kar­tu pemilih di percetakan hanya sekretaris KPU tanpa dikawal oleh petu­gas kepolisian.
Ia menambahkan bahwa banyak pemilih yang disu­sup­kan ke DPT padahal tidak ber­domisili di TPS setempat. Pemilih yang masih dibawah umur pun dimasukan keda­lam DPT.
Untuk itu pihaknya me­min­ta agar DKPP member­hen­tikan seluruh anggota KPU Kota Palangka Raya kare­na cacat hukum.
“Semua pelenggaran dan kecurangan sudah jelas dida­lam proses Pemilukada ini, jadi semua keputusan harus dibatalkan demi hu­kum,” te­gas Jefferson.
Sementara sebelumnya, amar putusan perkara nomor 76/PHPU.D-XI/2013 dari Mah­ka­mah Konstitusi telah me­no­lak semua gugatan dari pe­mo­hon baik dari pasangan Faridawaty Darland Atjeh dan Sodikul Mubin (FADI) maupun Tuty Dau-Maryono (DAMAR). Samsul A
 
Pilkada Palangkaraya Dilaporkan Ke DKPP
Palangkaraya - Sengketa Pilkada Kota Palangka Raya pasca keputusan Makamah Konstitusi masih meninggal­kan persoalan-persoalan yang dianggap oleh Tim Advo­kasi Tuty Dau-Maryono (Da­mar) cacat hukum.
Meski mengaku  bisa me­ne­ri­ma hasil pilkada Kota Palangka Raya 5 Juni 2013 la­lu, namun Tim Advokasi (Da­mar) tetap akan menin­dak­lanjuti semua temuan du­gaan pelanggaran yang ter­jadi sela­ma masa kampa­nye dan ma­sa tenang.
Pilkada Palangkaraya
Selain itu, Tim peme­na­ng­an Damar juga menemu­kan adanya indikasi kecura­ng­an yang terjadi dilapangan, yakni banyaknya pengaduan mulai dari warga yang tidak men­da­patkan undangan un­tuk me­milih hingga adanya du­gaan money politik dan banyaknya KTP tanpa NIK (Nomor Induk Kependudu­kan) yang dike­luarkan hanya untuk kepen­ti­ngan mobilisasi massa.
“Kita sudah megirim surat kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DK­PP) meminta DKPP untuk me­meriksa KPU Kota Pa­lang­ka Raya terkait asas-asas Pilkada yang dilaksa­na­kan oleh KPU Kota Palangka Ra­ya,” kata Jefferson Dau dari Tim Advokasi Damar di Pon­tia­nak.
Menurutnya ada delapan  persoalan dilaporkan ke DK­PP atas pelanggaran dari KPU Kota Palangka Raya yakni persoalan DPT dirubah seba­nyak 3 kali oleh KPU, banyak DPT yang tidak me­mi­liki NIK, dan pada saat peng­ambilan surat suara dan kar­tu pemilih di percetakan hanya sekretaris KPU tanpa dikawal oleh petu­gas kepolisian.
Ia menambahkan bahwa banyak pemilih yang disu­sup­kan ke DPT padahal tidak ber­domisili di TPS setempat. Pemilih yang masih dibawah umur pun dimasukan keda­lam DPT.
Untuk itu pihaknya me­min­ta agar DKPP member­hen­tikan seluruh anggota KPU Kota Palangka Raya kare­na cacat hukum.
“Semua pelenggaran dan kecurangan sudah jelas dida­lam proses Pemilukada ini, jadi semua keputusan harus dibatalkan demi hu­kum,” te­gas Jefferson.
Sementara sebelumnya, amar putusan perkara nomor 76/PHPU.D-XI/2013 dari Mah­ka­mah Konstitusi telah me­no­lak semua gugatan dari pe­mo­hon baik dari pasangan Faridawaty Darland Atjeh dan Sodikul Mubin (FADI) maupun Tuty Dau-Maryono (DAMAR). Samsul A
 
Sultan HB X Akan Nikahkan Putrinya
Yogyakarta - Raja Yogya­karta, Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan putrinya GRA Nurabra Juwita dengan Angger Pribadi Wibo­wo. Prosesi pernikahan akan digelar pada Oktober 2013 mendatang.
Sesuai dengan adat Kera­ton, kedua calon mempelai diberi nama baru sekaligus gelar. Wisuda pemberian ge­lar kepada kedua calon terse­but berlangsung di Kera­ton.
Kepada wartawan, juru bicara Keraton Yogya, Peng­ha­geng Tepas Dwarapura Kera­ton Yogyakarta Kanjeng Raden Tumenggung Jati­ning­rat me­ngatakan, pembe­ri­an nama baru tersebut se­suai dengan adat/tradisi, karena ada peru­bahan status dari anak-anak menjadi de­wa­sa dan menikah.
Nama GKR Nurabra kini menjadi GKR Hayu. Semen­tara Angger menyandang na­ma KPH Notonagoro. nurut Jati­ningrat, nama baru terse­but diberikan berdasarkan sejarah Kraton Yogya dalam buku Serat Rajaputra yang ditulis Mando­yo­kusumo.
Dalam buku tersebut ter­da­pat ratusan nama yang pernah digunakan di Keraton Yogya dan sejarahnya. 
“Sebelum memilih nama harus mengetahui betul arti dan sejarahnya,”katanya.
Dikatakan Jatiningrat, Ha­yu itu berarti ayu dan becik. Nama itu juga pernah diper­gu­nakan oleh putri HB II yang menikah dengan Paku Alam II. Nama Hayu juga merupa­kan nama nenek tokoh gera­kan perempuan Indonesia, RA Kartini.
Abra sendiri merasa bang­ga meski merasa berat me­nyan­dang nama baru terse­but. Hanya saja ia berusaha sepak­terjangnya nanti seperti RA Kartini.
“Semoga perjuangan sa­ya seperti RA Kartini juga,” kata Abra, anak ke-4.
Abra, setelah menikah akan meneruskan kuliah S2 di Ame­rika, dan tentu meng­ikuti sua­minya yang bekerja di UNDP New York, Amerika Serikat.
“Saya ingin menjadi wani­ta karier dan semoga dapat men­dirikan perusahaan IT,” tutur Abra yang pernah bekerja seba­gai Game Producer di Gameloft.
Sementara itu Angger, asal Kudus dan kini bekerja di UNDP New York, bergelar KPH Notonegoro.
Dalam sejarahnya Noto­ne­goro adalah salah satu anggota dari Radyopati yang ber­tugas membantu Sri Sultan HB IX untuk menjalankan pemerin­tah di DIY. Notone­go­ro juga meru­pakan menantu Patih Danu­rejo VIII dan men­jadi guru besar di Fakultas Filsafat UGM.
“Semoga bisa memenuhi harapan pemberi nama,” ujar Angger. Haryo W
 
Ratusan Bahasa Daerah di Papua Terancam Punah
Jayapura - Ratusan bahasa daerah di Tanah Papua yang men­ca­kup Papua dan Papua Barat teran­cam punah. Berdasarkan hasil penelitian Institute of Linguistic Internasional (SIL), dari 275 bahasa daerah di Papua, hanya 130 baha­sa yang masih eksis. Selebihnya, teran­cam bahkan telah punah. Hal itu diungkapkan peneliti bahasa dari SIL, Jacklin Menanti di Jayapura.
Menurut Jacklin, penyebab kepu­nahan tersebut akibat komunikasi di pusat-pusat keramaian dan kegia­tan ekonomi seperti di pasar, yang menggunakan bahasa lain. Selain itu, menurutnya, ada panda­ngan dari orang tua bahwa keber­hasilan anak­nya di sekolah ditun­juk­kan dengan penggunaan baha­sa Indonesia. 
Illustrasi
“Jangan menggunakan bahasa daerah. Ini salah satu pandangan yang membuat bahasa daerah itu menjadi terancam punah,” ungkap­nya.
Perkawinan campur dan perang antarsuku, ujarnya, juga menjadi penyebab, tetapi hal itu terjadi sekitar 1990-an di daerah Namla, di mana para perempuannya meni­kah deng­an pria dari suku Tofanma yang menggunakan bahasa Tofan­ma. Alhasil, bahasa Namla saat ini telah punah.
Ia juga mengungkapkan bahasa daerah dari suku di Papua yang sudah punah ada di sekitar wilayah Kabupaten Wondama yakni bahasa Dufner dan Tandia.
“Masyarakat menggunakan ba­ha­sa Wandamen karena bahasa itu yang mayoritas dominan diguna­kan, atau bahasa Melayu,” katanya.
Untuk bahasa Tafoni di daerah Kabupaten Waropen, pada sekitar 2006-2007, katanya, tercatat tinggal seorang bapak yang mengingat bahasa tersebut, itu pun hanya 11 kosakata.
Bukan Baru
Lebih jauh Jacklin menjelaskan, sebenarnya penemuan 275 bahasa yang ada di Papua bukanlah hal baru.
“Setiap tahun data kami update. SIL memang turut berkontribusi bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih kala itu. Kemudian kami terus melakukan penelitian dan penelitian sampai dengan hari ini, informasi yang kami dapat ini dalam periode tahun 2001-2005, dan kami terus melakukan banyak penelitian ke daerah-daerah lebih dalam,” ungkapnya.
Berdasarkan kajian akademis, menurut dia, pihaknya membagi bahasa itu berdasarkan klasifikasi bahasa, ilmu pendukung dalam bidang linguistik, sehingga akhirnya mendapati 275 bahasa tersebut.
Jacklin juga mengatakan 275 bahasa daerah di Papua sudah mendunia, sebab ada pada buku ensiklopedia bahasa di seluruh dunia. Ia juga mencatat dari 275 bahasa itu umumnya tersebar banyak pada bagian utara Pulau Papua, yakni dari arah Mamberamo sampai ke kampung-kampung kecil di utara Papua.
“Ada satu atau dua kampung kemudian bahasanya berbeda. Contohnya Kampung Molof itu ber­be­da dengan Senggi, berbeda deng­an Dubu kemudian berbeda dengan Auwi, Taekat di daerah sekitar itu,” kata dia.
Sementara itu, di Selatan misal­nya di daerah Asmat, ada 14 bahasa berdasarkan hasil penelitian yang dibagi berdasarkan sistem angka dan kata benda. ASTS
 

Senin, 16 September 2013

Presiden Mulai Ditinggal Anggota Kabinet

Jakarta - Menjelang Pe­mi­lu 2014, kesetiaan para menteri kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semakin merosot. Kebijakan yang dikeluarkan Presiden Yudhoyono untuk menye­le­saikan berbagai persoalan tidak lagi dijalankan sepenuh hati oleh para menteri.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Salah satunya adalah so­al harga daging sapi. Sejak pertengahan Juli lalu, Presi­den Yudhoyono sudah me­ma­rahi para pembantunya ka­rena lambat mengatasi meroketnya harga daging sapi. Sebaliknya, menteri yang seharusnya bertang­gung jawab terkesan lepas tangan, bahkan menuding koleganya yang lain. Ini terli­hat ketika Kementerian Perta­nian menilai, harga daging sapi yang terus melonjak merupakan tanggung jawab Kementerian Perdagangan. Menteri Pertanian Suswono melihat adanya pihak-pihak yang memanfaatkan momen Lebaran dengan menaikkan harga jual daging sapi.
“Tapi itu nanti kewenang­an Men­dag yang akan mem­berikan sanksi,” ucapnya.
Anggota Komisi II DPR Rindhoko Dahono Wingit di Jakarta mengatakan, kese­ti­aan para menteri terhadap presiden sudah tidak sama lagi kadarnya seperti pada awal pemerintahan terbentuk tahun 2009. Pada awal peme­rintahan, semua menteri me­nyatakan siap menjalankan se­tiap perintah presiden.
“Awalnya solid karena m­engamankan kepentingan yang sama, yaitu kekuasaan. Namun, menjelang akhir ka­bi­net, loyalitas menteri kepa­da presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerinta­han merosot karena masing-masing mengamankan ke­pen­ti­ng­an pribadi dan partai,” kata Rindhoko.
Menurut Rindhoko, situasi yang terjadi di kabinet saat ini merupakan konsekuensi dari pemerintahan yang dibangun atas dasar akomodasi politik terhadap partai-partai pendu­kung koalisi. Akibatnya, para menteri akan bekerja sete­ngah hati ketika pemilu se­ma­kin dekat.
Rindhoko mengatakan, tidak adanya lagi sinkronisasi antarkementerian pada saat ini juga akibat telah berge­ser­nya kepentingan para men­teri. Para menteri sadar bah­wa Yudhoyono tidak mungkin lagi menjadi presiden karena telah menjabat selama dua periode.
“Itu yang menyebabkan mengapa para menteri, teru­tama yang berasal dari partai, sekarang menyelamatkan diri masing-masing. Tidak hanya itu, mereka juga bisa menya­lahkan menteri atau pihak lainnya untuk menyelamatkan diri dan nama baik partainya,” katanya.
Mundur
Pengamat sosiologi poli­tik Universitas Gadjah Mada Arie Sudjito mengatakan, ketidaktegasan Presiden Yu­dhoyono dalam memimpin akhirnya menyebabkan tidak berjalannya perbaikan terha­dap kinerja pemerintahan. Men­teri, kata dia, akhirnya hanya saling lempar tang­gung jawab ketika mengha­dapi persoalan.
“Jika presiden berulang kali menegur dan marah tetapi tidak ada perbaikan, ya sebaiknya menteri mundur saja dari jabatan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Itu tantangan serius agar jangan sampai dituduh pen­cit­raan,” kata Arie.
Ia berharap Presiden Yu­dho­yono lebih tegas soal buruknya kinerja para men­teri. Dengan demi­kian, kata Arie, rakyat benar-benar men­da­pat manfaat aksi nyata, bukan hanya waca­na yang kerap didengungkan Presi­den Yudhoyono selama ini.
Pakar psikologi politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk menyatakan perlu de­ter­minasi yang kuat dari presi­den untuk menghindari ma­nu­ver-manuver politik yang makin kencang dari para menteri menghadapi 2014. Bagaimanapun masyarakat dirugikan jika para menteri tidak sungguh-sungguh be­ker­ja.
“Tetapi ini memang reali­tas politik kita. Menteri-men­teri lebih memperhatikan kepenti­ngan partainya, ke­pen­ti­ngan publik menjadi terabaikan,” katanya.
Ia meng­a­takan hasrat ingin maju menjadi presiden ju­ga sudah tampak meng­gang­gu konsentrasi para menteri. Pekerjaan dilakukan dengan kalkulasi politik. Akhir­­nya yang terjadi saling lempar kesala­han dan sulit untuk menyi­ner­gikan peker­ja­an karena kha­watir kerja sa­ma bakal meng­untungkan par­tai atau kekua­tan politik lain.
Hamdi mencontohkan da­lam kasus krisis daging sa­pi. Banyak pihak ingin meng­ambil untung. Namun, ketika terjadi hal yang tidak meng­untungkan dan butuh tang­gung jawab pemerintah, ma­lah saling lempar tanggung jawab. Menurutnya, dalam menghadapi situasi ini seha­rus­nya presiden menunjuk­kan determinasi politik. Apa yang dilakukan presiden saat ini yang hanya menyam­pai­kan imbauan kepada para menteri yang tidak bekerja serius, tampaknya masih tidak cukup.
“Kepemimpinan harus be­nar-benar kuat dan deter­mi­nan,” tuturnya. R. Vicky H
MUI Jombang : 
Manfaatkan Mobdin, Selevel di Bawah Maling

Jombang - Penggunaan mobil dinas (mobdin) untuk mudik Lebaran oleh pejabat Pem­kab Jombang mengun­dang reaksi banyak kalangan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jom­bang menilai peng­gu­naan mobdin bukan milik sendiri namun untuk kepenti­ng­an pribadi setara dengan perbuatan ghasab (meng­gu­nakan barang bukan pada pe­runtukan).
Illustrasi
“Hukumnya bukan haram. Itu termasuk tindakan tidak terpuji saja meski ghasab berada satu tingkat di bawah mencuri. Kalau mencuri itu untuk dimiliki, ghasab tidak,” kata Ketua MUI Jombang KH Cholil Dahlan kemarin.
Dia mengungkapkan, Allah SWT menciptakan barang di muka bumi mempunyai peruntukan sendiri-sendiri. Misalnya, barang yang bersi­fat pribadi digunakan untuk pribadi dan sebaliknya.
Nah, mobil dinas juga demikian. “Lantaran dituju­kan untuk umum, mobdin ter­se­but tidak boleh diguna­kan kepetingan pribadi. Bila tetap digunakan, namanya gha­sab,” tambahhnya.
Pengasuh PP (Pondok Pesantren) Darul Ulum Rejo­so Jombang itu lantas men­con­tohkan teladan yang dibe­rikan Khalifah Umar bin Khat­tab. Setiap menerima tamu saat malam, khalifah selalu menanyakan maksud kedata­ng­an mereka untuk kepen­ti­ngan pribadi atau negara.
Jika untuk kepentingan pribadi, Khalifah Umar akan mematikan lampu minyak di rumahnya.
“Artinya, setiap fasilitas negara tidak boleh digunakan pribadi. Untuk konteks saat ini, ya mobdin tersebut,” ujar­nya. AA Hakim
 Delapan Desa Dapat Bantuan Rumah Swadaya

Palangkaraya - Peme­rin­tah Kabupaten Pulang Pisau kembali mendapat­kan bantuan sebanyak 549 ru­mah swadaya pada tahun anggaran 2013.
Rumah tersebut terletak di delapan desa, di antara­nya Kecamatan Maliku yang berada di Desa Sei Baru Te­wu, Desa Kanamit, Desa Wo­no Agung, Desa Kanamit Barat, Desa Kanamit Jaya, De­sa Maliku Baru, dan Desa Badirih. Sementara itu di Ke­ca­matan Pandih Batu bera­da di Desa Talio Hulu.
ru­mah swadaya
Kepala Badan Peren­ca­na­an Pembangunan Dae­rah (Bappeda) Kabupaten Pu­lang Pisau, Karlin, meng­a­ta­kan bahwa 549 rumah ter­se­but merupakan ban­tuan yang bersifat stimulan dari ribuan usulan rumah swa­daya dari beberapa de­sa pada 2012.
“Namun, data yang kami masukkan sudah melalui verifikasi pemerin­tah pusat maka tahun ini kita hanya mendapatkan jatah 549 ru­mah bantuan,” kata­nya.
Lebih lanjut Karlin meng­atakan setiap warga yang mendapatkan rumah akan mendapatkan bantuan uang tunai untuk membayar cici­lan rumah mencapai Rp 6 juta. Namun untuk tahun 2013, ujarnya, bantuan naik menjadi Rp 7,5 juta, dengan dua kali pembayaran mela­lui rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) setempat.
“Selain itu, rumah tang­ga yang dihuni para jompo akan mendapatkan bantuan tiap rumahnya sebesar Rp 15 juta dengan pola dua kali pembayaran juga,” kata Kar­lin.
Terpisah, Wakil Bupati Pulang Pisau, Pudji Rustaty Narang, mengharapkan ru­mah tangga penerima ban­tuan dana untuk rehabilitasi rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni dapat betul-betul memanfaatkan dana yang diberikan secara maksimal.
“Pemkab bersyukur men­da­patkan program ban­tuan perumahan swadaya bagi warga kita yang kurang mam­pu dan memiliki tem­pat ting­gal yang tidak layak, sehingga dengan adanya bantuan program rumah swa­daya ini menjadi akan lebih baik lagi tingkat kehi­du­pan masya­ra­kat,” jelas­nya.
Ia juga mengharapkan para petugas pendamping baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa tu­rut serta memantau pelak­sa­naan program ini. Deng­an demikian, kata dia, apa yang menjadi harapan ma­sya­rakat bisa tercapai. Samsul A
Bibit Waluyo Minta Maaf
Semarang- Gubernur Ja­teng Bibit Waluyo sebentar lagi akan habis masa jabatannya. Ia menanggapi hal itu dengan santai. Istilah pensiun begitu ia ucapkan beberapa kali. 
Bibit Waluyo
“Saya akan ternak teri (an­ter anak, anter istri). Saya akan pulang ke Magelang. Sila­kan main-main ke tempat saya, nanti saya kasih tempe go­reng dan pisang goreng. Itu kesu­kaan saya,” ujar Bibit sembari tertawa dalam acara halal bil halal dengan para PNS di Semarang di halaman kantor gubernuran Jateng.
Dengan jujur, Bibit pun me­minta maaf kepada selu­ruh masyarakat Jawa Tengah bila selama ia menjabat se­ring berucap dan bersikap ke­ras sehingga terlihat kontro­versial. Dalam 10 hari menda­tang Bibit akan digantikan oleh Ganjar Pranowo yang terpilih menjadi gubernur Jateng da­lam Pilkada Mei lalu. Gan­jar Pranowo dan Heru Sudjat­moko akan dilantik menjadi pemimpin Jawa Te­ngah pada 23 Agustus nanti.
“Semua kata dan tindakan saya itu hanya berdasar pada keinginan untuk menjadikan Jawa Tengah lebih baik. Ka­dang-kadang saya keras. Bi­la dibilang kontrovesial, saya mohon maaf. Sama sekali tidak ada kepentingan priba­di. Semua demi Jawa Tengah agar lebih maju,” kata suami dari Sri Suharti ini.
Bibit juga berpesan kepa­da para PNS agar dalam wak­tu dekat ini memper­siap­kan tiga kegiatan yang harus dilak­sanakan, yaitu perayaan hari ulang tahun ke - 63 Pem­prov Jateng pada 15 Agus­tus, upa­cara hari ke merdekaan RI pada17 Agustus, dan pe­lan­tikan gubernur periode 2013 - 2018 pada 23 Agus­tus.“
Mantan Pangdam IV/Dipo­negoro ini juga mengklaim bahwa program Bali Ndesa Mbangun Desa berhasil me­majukan Jawa Tengah.
“Indikatornya adalah  ada 125 penghargaan yang dibe­ri­kan untuk Jawa Tengah kare­na konsepnya (Bali Nde­sa Mbangun Desa) riil dan ter­koordinasi dengan baik,” kata­nya.
Kendati demikian Bibit mengakui ada beberapa program yang belum maksimal ter­capai. Misalnya pengenta­san kemiskinan.
“Memang ada penurunan, namun belum tajam. Dari po­sisi 20 persen, kini hampir 14 persen. Itu kan luar biasa. Enam persen dalam lima ta­hun. Nanti coba saja, susah apa susah?!” tuturnya.
Selama ia memimpin ber­sama Rustriningsih, ang­kat pengangguran di Jateng me­nurun, inflasi rendah, pem­bangunan infrastruktur pe­sat. Beberapa proyek be­lum sele­sai seperti pemba­ng­unan jalan tol Semarang - Solo, Waduk Jatibarang, dan rel ganda kereta api.
“Meski belum jadi, namun proyek berjalan sesuai target.
“Itu patut disyukuri. Apa nggak berhasil itu namanya? Kalau dianggap nggak berha­sil, ya mangga. Namun menu­rut saya itu berhasil,” ujarnya.
“Sudah waktunya pen­si­un.. Saya tidak kecewa,” kata­nya. Rois F

Unordered List

Sample Text

10 NOVEMBER

10 NOVEMBER

SELAMAT

SELAMAT

PELANTIKAN KAPOLRI

PELANTIKAN KAPOLRI

IDUL FITRI

IDUL FITRI

125 Px

280 Px

280 Px

120 Px

Pages

280 Px

Diberdayakan oleh Blogger.

940 Px

Social Icons

Followers

Featured Posts

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget