Selasa, 11 Maret 2014



Nama AKBP Anom Wibowo sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Surabaya dan Madiun. Maklum saja, sosoknya acap kali muncul diberbagai media, baik cetak maupun elektronik.


AKBP Anom Wibowo SIK SH MSi
Madiun - Tentu saja ke­mun­culannya di media, tak lepas dari prestasi keberhasi­lan mengungkap maupun me­nangkap para pelaku kri­mi­nalitas, dan juga.
“Biasa aja mas, yang pen­ting tetap memberikan yang terbaik dan ikhlas mengabdi demi masyarakat Suraba­ya,”ujar AKBP Anom Wibowo.
Alumni Akpol ’94 ini me­nam­bahkan, sebagai pimpi­nan reskrim di jajaran Polres­tabes Surabaya, diperlukan sta­mina dan mental yang kuat. Selain membutuhkan ker­ja 24 jam lebih, juga diper­lukan intelegensia yang mum­puni dalam memecah benang kusut kasus kriminalitas.
Mantan Kasat Pidum Dit Reskrim Polda Jatim ini me­miliki kiat khusus untuk men­jaga kondisi fisik agar tetap sehat dan bugar, yaitu dengan rutin bermain sepakbola dan futsal.
“Kadang juga bermain fut­sal dengan rekan-rekan warta­wan, disamping melatih fisik, dengan bermain bola pikiran juga fresh.Apalagi saat me­ngejar bola, seperti mengejar pelaku kriminalitas. Harus ce­pat, fokus dan telaten,” ujar­nya.
Menurut Mochamad AA, SH, M.Hum (Advokat/Penga­cara/Penasehat Hukum) bah­wa AKBP Anom Wibowo yang pernah menjadi Kapol­res Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya ini banyak meng­ungkap kasus-kasus besar, diantaranya di Surabaya kasus penipuan CPNS, kasus uang palsu, ser­ta masih ba­nyak lagi. Di Madiun menangani sebanyak 12 kasus perjudian (judi togel, judi kartu, dan juga judi bola sodok) yang terjadi di wilayah hukumnya selama September 2013, ujar Mochamad AA, SH, M.Hum.
Selain mengungkap kasus perjudian, lanjut Mochamad AA, SH, M.Hum, se­be­lumnya Polres Madiun Kota juga me­mus­nahkan barang bukti narkoba dan mi­nu­man beralkohol hasil dari razia para pe­tugas.
Barang bukti narkoba yang dimus­nah­kan sebelumnya antara lain, sebanyak 106,4­1 gram sabu-sabu, ganja kering se­be­rat 2,9 kilogram, serta pil koplo seba­nyak 3.029 butir.
Jumlah minuman keras yang dimus­nah­kan mencapai 1.208 liter jenis arak jowo dalam berbagai kemasan botol air mineral dan jerigen. Serta, minuman ber­alkohol produksi pabrikan sebanyak 375 botol, ujarnya.

Antara Dukun dan Teknologi (lacak buronan)
Bukan perkara gampang untuk mela­cak buronan. Tidak jarang jasa dukun ma­sih menjadi pilihan ketika kepolisian diha­dapkan kebuntuan. Bahkan AKBP Anom Wibowo pun mengaku sempat sowan ke dukun. Namun, dari pengalamannya itu, Anom Wibowo itu pun mengimbau kepoli­sian meninggalkan perdukunan dan me­mi­lih teknologi.
Menurut Anom Wibowo, mental orang timur sulit untuk meninggalkan praktik perdukunan. Dia mengungkapkan, masih ada petugas mengutamakan dukun dalam penyidikan.
“Terkadang ada penyidik belum turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah ke dukun duluan, akhirnya hanya putar-putar tidak ada hasil,” ungkap lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 itu.
Bahkan, dirinya juga mengaku sempat menempuh jalan dukun ketika dihadapkan dengan kebuntuan. Saat itu dia menjabat sebagai Kasatserse Porlesta Manado, Sulawesi Utara (Sulut) 10 tahun silam.
Kala itu ada bandar gede narkoba yang juga pemilik tempat hiburan malam di Manado, kabur ketika ditahan.
“Publik termasuk media massa meng­ang­gap kami ada main dengan tersangka, sehingga tersangka bisa kabur dari taha­nan,” ujarnya mengenang.
Dari kejadian itu, Anom bersusah pa­yah dengan anak bauhnya untuk menang­kap tahanan yang kabur. Dan, itu membu­tuhkan waktu sampai dua bulan sebab tersangka selalu berpindah-pindah tempat ketika dalam pelarian.
Tim Anom harus mengejar dari Manado ke Makassar, Gorontalo dan ke Suraba­ya.
“Bahkan, saya waktu itu harus menjual mobil milik saya sendiri. Dan uang pribadi saya juga habis untuk biaya operasional melakukan pengejaran,” tandasnya.
Segala cara dilakukannya, tapi hasil­nya nihil. Waktu itu teknologi informasi atau IT masih terbatas.
“Kejadian itu kan mencoreng nama baik, sebab masyarakat menilai kami main-main dengan tersangka, maka saya ha­rus membuktikan bahwa tuduhan itu tidak benar. Tapi, segala cara sudah men­tok, akhirnya saya coba pakai dukun, tapi ha­silnya nihil juga,” tandasnya.
Dengan pengalaman itu, Anom meng­a­ta­kan, menggunakan praktik perdukunan dalam mengungkap suatu kasus harus ditinggalkan.
“Polisi kan sudah dibekali ilmu tentang kepolisian dalam menjalankan tugas se­suai unitnya masing-masing, apalagi se­ka­rang teknologi sudah canggih,” ujarnya.
Manurut Anom Wibowo, polisi di za­man sekarang lebih mudah dalam menja­lankan tugas. Sebab kemajuan IT sudah pe­sat. Sehingga sangat membantu kerja kepolisian.
“Dengan menggunakan IT, kerja-kerja ke­polisian bisa lebih praktis, cepat dan efektif,” katanya.
Dengan menggunakan IT, standar kepastiannya lebih terukur.
“Seperti penggunaan IT forensik, uji ba­listik peluru, dan penggunaan email untuk melacak pelaku,” paparnya.
bapaknya bonek
Selain IT, sistem tradisional dan ma­nual dalam kepolisian juga cukup efektif, tapi bukanlah dukun.
“Jika harus mengorek informasi di la­pangan, petugas harus pandai memeran­kan diri agar tidak dicurigai dan ketahuan, harus pintar menyamar dan pandai berta­nya kepada informan,” jelasnya.
Prinsipnya, dalam mengungkap kasus adalah terletak pada kemampuan meng­olah TKP sebagai titik awal terjadinya per­buatan pidana.
“Dari TKP kita bisa menemukan fakta-fakta yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Sementraa itu, prestasi yang telah dica­painya sekarang menurut Anom tidak lepas dari kerja keras dan fokus dalam menjalani profesi sebagai polisi.
“Kuncinya hanya fokus,” ungkapnya.
Dia yakin, jika fokus dalam menjalani profesi apapun, pasti akan tercapai.
“Kalau tolah-toleh kanan kiri, sulit berhasil,” ucapnya.
Begitu juga dalam memberikan pelaya­nan kepada masyarakat, Anom menekan­kan pelayanan tanpa pamrih.
“Kalau membantu masyarakat tidak perlu berharap apa-apa, berikan pelayanan yang baik,” tandasnya.

Cita-cita Tentara
Satu sisi yang cukup menarik dari Anom adalah cita-citanya saat masih bo­cah. Anom sebenarnya memiliki cita-cita menjadi anggota TNI, bukan kepolisian. Ketika itu jiwa muda  Anom beranggapan  bahwa menjadi tentara adalah jabatan bergengsi. Bahkan ketika  menentukan pilihan pada formulir pendaftaran, pilihan satu sampai tiga, Anom memilih Akademi Militer (Akmil)
Tapi orangtuanya menyarankan untuk pilihan ke empat, agar memilih Akpol.
“Ternyata dari hasil serangkaian tes, sa­ya lolos masuk di Akpol, mungkin ke­hendak orangtua diridai Tuhan,” katanya.

Bapak Bonex Mania
AKBP Anom Wibowa, menjadi sosok paling mengesankan bagi pendukung klub sepak bola Persebaya, Bonex Mania. Pa­ra Bonex menganggap Anom sebagai Bapak dikalangan komunitasnya.
Menurut, Koordinator Bonex Republik Pecinta Olah Raga (Rempon), Handoyo, selama bergulirnya Liga Indonesia, Anom Wibowo selalu menjadi sosok penting bagi Bonex Mania. Anom juga merupakan sa­lah satu jajaran dikepengurusan Suporter anti Tawuran.
“Pak Anom selalu memberi­kan Wadah bagi kami,” ujarnya. Yitno/Guntur
BIODATA
Nama                           : AKBP Anom Wibowo SIK Msi

Tempat Tanggal Lahir : Jember, 12 – 6 – 1972

Istri                              : Eri Widyaningtyas (39 thn)

Anak                            : 1. Regina Ch. Derian Darasita thn 1997
2. Matthew Kelas 5 SD

Jenjang Kepangkatan

1. IPDA Tamat 26 - 7 - 1994
2. IPTU Tamat 01 - 09 - 1997
3. AKP Tamat 01 - 01 - 2000
4. KOMPOL Tamat 01 - 01 - 2005
5. AKBP Tamat 01 - 07 - 2009

Karir/Jabatan

Tanggal 1 - 8 - 1995       : Pamapta Polres Banyumas Polda Jateng
Tanggal 1 - 9 - 1997       : Kasat Serse Polres Purbalingga Polda Jateng
Tanggal 1 - 6 - 2001       : Pama Polda Sulut
Tanggal 1 - 4 - 2005       : Waka Polres Bolaang Mongondow Polda Sulut
Tanggal 20 - 12 - 2011   : Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim
Tanggal 7 - 6 - 2013          : Kapolres Madiun Kota.

2 komentar:

  1. Sukses Pak Anom sudah jendral hari ini

    BalasHapus
  2. Banyak selamat komandan Brigjen Anom Wibowo semoga sehat" dan bahagia bersama keluarga dan semakin diberkati Tuhan.😇

    BalasHapus

Unordered List

Sample Text

10 NOVEMBER

10 NOVEMBER

SELAMAT

SELAMAT

PELANTIKAN KAPOLRI

PELANTIKAN KAPOLRI

IDUL FITRI

IDUL FITRI

125 Px

280 Px

280 Px

120 Px

Pages

280 Px

Diberdayakan oleh Blogger.

940 Px

Social Icons

Followers

Featured Posts

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget