Rabu, 19 Maret 2014



Prabowo Subianto. Meski harus ‘berhenti ditengah jalan’ sebagai seorang satria dengan pangkat akhir Letnan Jenderal, namun kharismanya pada sesama purnawirawan amat mengagumkan. Sosoknya masih begitu melekat di benak para tentara, apalagi yang pernah bekerjasama dengannya. Memang, beberapa sumber menyebutkan, ketika Pak Prabowo memimpin Kopassus dan Kostrad, Pak Prabowo sukses menjadikan pasukannya sebagai militer kelas dunia. Bukan hanya itu, Pak Prabowo amat peduli dengan nasib pasukannya, mulai dari kenaikan pangkat hingga seragam pasukan.

Krht. Mochamad AA, SH, M.Hum selaku Advokat, Pengacara dan Penasehat Hukum mengatakan bahwa cukup banyak bukti jika Pak Prabowo begitu dicintai rakyat terutama para purnawirawan. Ratusan purnawirawan menguatkan hati dan memberi dukungan kuat pada sosok Prabowo Subianto, untuk tampil memimpin bangsa ini mengembalikan kejayaan bangsa ini yang terasa jalan ditempat bahkan mengalami kemunduran di tengah babakan demokrasi yang diagungkan banyak orang, katanya.


Pak Prabowo amat kharismatik di kalangan para militer di zamannya juga sampai sekarang. Mungkin pasukan sekarang pun merindukan sosok militer pemikir, cerdas dan dekat dengan rakyat seperti sosok Prabowo Subianto, jelas Krht. Mochamad AA, SH, M.Hum.

Pak Prabowo memiliki ‘modal kuat’ sebagai Presiden. Modal itu itu tidak sekedar financial. Pak Prabowo itu selain rendah hati, beliau sangat piawai, pengalaman, cerdas, dan sangat menguasai ilmu ‘ke-indonesiaan’, termasuk komitmennya untuk mengembalikan Pancasila sebagai falsafah bernegara dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusi secara murni dan konsekuen. Itu yang paling dibutuhkan bangsa ini sekarang dan masa yang akan datang. Pak Browo inilah sosok yang disegani bangsa-bangsa lain di dunia, termasuk negara adi daya sekalipun, kata Krht. Mochamad AA, SH, M.Hum bersemangat. FAR


Indonesia masih punya tokoh dengan karakter negarawan yang siap meleburkan seluruh kediriannya untuk kepentingan bangsa dan negara di atas landasan kemanusiaan yang adil dan beradab. Tentu saja syarat tersebut hanya ada pada  figur H. Prabowo Subianto.

Krht. Mochamad AA, SH, M.Hum, Advokat, Pengacara dan Penasehat Hukum mengatakan, salah satu kepentingan utama bangsa Indonesia adalah bagaimana mengembalikan kedaulatan bangsa pada pemiliknya yaitu rakyat Indonesia. Pihak asing boleh mencari hidup di sini, tetapi harus se izin pemiliknya yakni Indonesia dengan syarat saling menguntungkan. Bukan untuk mengeksploitasi kekayaan bangsa Indonesia melalui agen-agen domestiknya yang tak hirau dengan masa depan Indonesia, katanya pada Koran Berita Informasi Nusantara (BIN).

Sosok Pak Prabowo sebagai pemimpin masa depan. Pak Prabowo bukanlah figure yang tertutup. Pak Prabowo bisa berdiskusi ‘berjam-jam’ lamanya. Pak Prabowo, figur yang sangat terbuka dengan berbagai masukan. Pak Prabowo ‘manusia Indonesia asli’ yang tidak diragukan nasionalismenya. Semangatnya terus membara untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berjaya dan berdaulat, jelas Krht. Mochamad AA, SH, M.Hum.

Pak Prabowo bukanlah ‘macan’ yang buas menggigit, tapi dirinya bertekad menjadikan bangsanya (Indonesia, red) sebagai ‘macan Asia’. Pak Prabowo tahu apa yang harus dilakukan pada bangsanya, kata Krht. Mochamad AA, SH, M.Hum. Far

Kamis, 13 Maret 2014

Timika - Kepolisian Re­sor Mimika, Papua, akan mengge­lar upacara pengi­ba­ran Ben­de­ra Merah Putih di Puncak Car­tensz, satu da­ri tujuh pun­cak ter­tinggi di dunia dalam rangka meme­riahkan pering­a­tan ke 68 HUT Proklamasi Kemerde­ka­an Republik Indonesia.
Kapolres Mimika, AKBP Jermias Rontini di Timika meng­atakan, kegiatan pe­ng­i­ba­ran Bendera Merah Putih sekaligus pembersi­han sam­pah di kawa­san Puncak Car­tensz rencana­nya akan dila­ku­kan pada 13 atau 14 Agus­tus 2013.
Kegiatan itu rencananya akan dihadiri langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Polisi Tito Carnavian.
“Kami dari Kepolisian Re­sor Mimika dengan duku­ng­an pe­nuh dari Ka­polda Papua akan me­nye­leng­garakan upacara se­­derhana me­ng­i­barkan Ben­dera Merah Putih di Pun­cak Cartensz. Tu­juan dari ke­gia­tan ini dalam rangka mem­pe­ringati HUT Kemerde­ka­an RI sekali­gus untuk mem­perkenal­kan ob­yek wi­sata Carten­sz,” jelas Rontini.
Tim akan dili­bat­kan da­lam ke­ gia­tan itu, terdiri atas sejumlah ang­gota Bri­mob Deta­se­men B Polda Papua, masy­a­rakat sekitar kawasan Pun­cak Cartensz dan sejumlah personel dari PT Freeport Indonesia yakni De­parte­men Lingkungan, RS SOS Tembaga­pura, Emer­gency Response Grup dan Departemen Security Risk & Manaje­men.
Dalam rangka persiapan pengi­baran Bendera Merah Putih di Pun­cak Cartensz, Tim Polres Mimika bersama PT Adventure Cartensz berangkat menuju puncak tertinggi di Papua dan Indonesia itu untuk melakukan aklima­tisasi atau penye­suaian suhu dan cuaca.
“Kalau saat itu cuacanya bagus maka Kapolda Papua akan terbang de­ngan helikopter ke kawa­san Puncak Cartensz. Di sana su­dah menunggu tim kita yang akan mengibarkan Ben­dera Merah Putih,” jelas Rontini.
Usai upacara singkat pengiba­ran Bendera Merah Putih, rombong­an akan melanjutkan dengan kegia­tan pembersihan sampah di lokasi yang hingga kini masih ditutupi salju abadi. Sampah dari Puncak Cartensz nanti­nya akan diangkut helikopter.
Direktur PT Adventure Cartensz, Maximus Tipagau mengatakan ke­gia­tan pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Cartensz sangat be­rarti bagi masyarakat kawasan Pun­cak Cartensz dan untuk peng­embangan pariwisata di lokasi ter­sebut. Ast
Bursa nama calon Kepala Kepolisian RI (Kapolri) terus bermunculan menjelang pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo yang akan memasuki masa pensiun bulan Februari 2014.
Berikut hasil Analisa pendiri Koran Berita Investigasi Nasional (Koran BIN) dan Portal Media Indonesia yakni AA panggilan akrab Mochamad AA.
Jenderal Timur Pradopo
Kursi Tri Brata I (TB I), sebutan untuk Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), akan segera ditinggalkan Jenderal Timur Pradopo jika Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk menggantinya tahun ini sebelum Timur resmi pensiun pada bulan Januari 2014.

April lalu, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha pernah mengatakan bahwa Presiden berencana mengganti Timur sekitar bulan Agustus atau September 2013.

Mendengar rencana Presiden itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) langsung menggodok sejumlah nama yang dinilai berpotensi menjadi calon kapolri.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI, Kompolnas berwenang memberikan saran dan pertimbangan calon kapolri kepada Presiden.

Kompolnas mengaku telah melakukan penelusuran rekam jejak hingga akhirnya jatuh kepada sebelas nama, baik jenderal bintang tiga maupun bintang dua.

Sebelas nama itu adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Komjen) Sutarman, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar, Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) Komjen Budi Gunawan, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Putut Eko Bayu Seno, Kadiv TI Irjen Tubagus Anis Angkawijaya, Wakabareskrim Polri Irjen Anas Yusuf, Asisten Operasi Kapolri Irjen Badrodin Haiti, Kapolda Bali Irjen Arif Wachjunadi, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Saud Usman Nasution, Kakorlantas Polri Irjen Pudji Hartanto, dan Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Anton Setiadi.
Komjen Sutarman
Adapun syarat menjadi calon kapolri ialah berpangkat komjen dan pernah menjabat sebagai kapolda. Mereka yang masih berpangkat irjen harus menduduki posisi jenderal bintang tiga terlebih dahulu.

Sejumlah nama itu nantinya akan disaring kembali untuk kemudian diserahkan kepada Presiden. Kompolnas akan merundingkan nama yang diserahkan ke Presiden setelah melakukan rapat dengan Ketua Kompolnas Djoko Suyanto yang juga Menteri Politik Hukum dan HAM.


“Kami bertemu Ketua Kompolnas lebih dulu, kemudian serahkan ke Presiden,” kata anggota Kompolnas Hamidah Abdurrahman.
Mendekati rencana Presiden itu, Kompolnas bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil para calon untuk melapor harta kekayaannya.

Ada sembilan nama yang sudah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK pada akhir Juli. Sementara itu, Pudji dan Anton Setiadi belum melakukannya.


Kabaharkam, Batu Loncatan

Persaingan menduduki kursi kapolri kini makin terlihat setelah Komisaris Jenderal (Purn) Nanan Sukarna resmi meninggalkan jabatan Wakil Kepala Kepolisian RI karena pensiun. Komjen Oegroseno hari ini sudah resmi meninggalkan jabatan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri untuk menduduki posisi Wakapolri.

Adapun pengganti Oegroseno rencananya akan diisi oleh Irjen (Pol) Badrodin.
Dengan demikian, perwira tinggi berpangkat Komisaris Jenderal akan bertambah setelah nantinya Badrodin resmi dilantik menjadi Kabaharkam. Posisi Kabaharkam “dipercaya” bisa menjadi batu loncatan Badarodin menuju kursi Tri Brata I.

Jika Badrodin yang naik menjadi kapolri, prosesnya persis sama dengan jalan karier Timur. Pada tahun 2010 lalu, tak banyak yang menyangka Presiden akan memilih Timur.
Saat itu, Timur baru saja menjabat Kabaharkam lalu kemudian dilantik Presiden menjadi Kapolri pada 22 Oktober 2010 lalu.

“Badrodin memungkinkan jadi kapolri. Kalau tidak ada jabatan bintang tiga yang akan kosong lagi dan Presiden jadi mengganti kapolri tahun ini, maka tertutup peluang untuk bintang dua yang lain,” ujar pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar.

Badrodin merupakan alumnus terbaik Akademi Kepolisian angkatan 1982 dan meraih Adhi Makayasa. Pria kelahiran Jember 24 Juli 1958 itu pernah menjabat Kapolda Jawa Timur dan Kapolda Sumatera Utara.


Siapa Berpeluang Besar?

Persaingan bintang kali ini juga diisi oleh para lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1981. Angkatan 1981 dinilai berpeluang besar mengingat Presiden telah memilih Jenderal TNI Moeldoko sebagai Kepala Staf Angkatan Darat TNI yang juga angkatan 1981 di Akademi Militer. Moeldoko saat ini juga disebut-sebut akan menempati posisi Panglima TNI.

Seperti diketahui, Timur dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono juga satu angkatan, yakni 1978. Akankah kapolri baru juga diisi angkatan 81?

“Memang ada kecenderungan itu,” ujar Bambang.

Bambang sendiri tidak setuju jika pemilihan calon kapolri berdasarkan pertimbangan angkatan.

Menurut dia, tidak masalah jika ada yunior atau angkatan setelah 1981, seperti 1982 hingga 1984, yang malah lebih baik kualitasnya dibanding senior di Akpol.

Mereka yang berada di angkatan 1981 ialah Sutarman dan Tubagus Anis, dan Saud Usman Nasution. Kemudian, para nama calon kali ini juga diisi para mantan ajudan Presiden RI.

Mereka ialah Sutarman yang pernah menjadi ajudan Presiden RI pada masa pimpinan Abdurrahman Wahid alias Gusdur. Selain itu, ada Budi Gunawan pada masa Megawati Soekarnoputri dan Putut Eko pada masa pimpinan SBY periode 2004-2009.

Entah siapa nantinya nama calon yang akan dikirim Presiden ke DPR RI. Bisa saja di luar nama-nama yang kini beredar. Presiden diminta mengirim lebih dari satu nama calon. Pasalnya pemilihan calon kapolri oleh Presiden akan lebih banyak pada pertimbangan politis.

“Ya, pertimbangan lebih bersifat politis, tidak mencari sosok yang memiliki kepemimpinan yang benar-benar berkualitas.

Pertimbangan politik itu bagaimana loyalitas kepada pemerintah, mau mendukung pemerintahan.

Kita negara demokrasi, tapi syarat berdemokrasi di Indonesia belum tertata dengan benar,” kata Bambang.
Adanya borok oknum aparat berbaju coklat itu sudah bukan rahasia publik lagi. Berharap, posisi kapolri nantinya diisi seorang jenderal yang jujur, bersih, tegas, dan berani melakukan perubahan di Korps Bhayangkara itu sesuai makna dalam Tri Brata Polri.


Priyo prediksi Sutarman jadi Kapolri

Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, memprediksi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Sutarman akan menjadi Kepala Kepolisian RI menggantikan Jenderal Timur Pradopo yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun.

Menurut Priyo, dibanding Komjen Budi Gunawan dan Komjen Anang Iskandar, Sutarman lebih menonjol di lingkungan Polri.

"Masing-masing punya kelebihan. Tapi Komjen Sutarman adalah kandidat yang potensial tapi walaupun yang lain juga figur yang baik," kata Priyo di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.

Saat ini, kata Priyo, pimpinan DPR RI belum menerima surat dari Presiden SBY terkait calon Kapolri tersebut.

"Kami di DPR RI tunggu proses dari Presiden SBY saja dan pada saat Presiden kirim surat kepada pimpinan DPR RI tentang calon Kapolri, saya pastikan akan kita proses sesuai prosedur," kata dia.
Pergantian Kapolri yang bersamaan waktunya dengan pergantian Panglima TNI, baru, disarankan oleh Priyo untuk tidak dilakukan bersamaan.

"Saya hanya bisa sarankan, membarengkan waktu untuk pergantian Panglima TNI dan Kapolri, perlu dihitung dari segi momentum. Disarankan, dibedakan waktunya. Mungkin Panglima TNI dulu, baru setelah itu Kapolri. Tapi semua terpulang ke Presiden. Alasannya momentum saja. Ada bagusnya tidak bersamaan," kata Priyo.

Saat ini, Komjen Sutarman merupakan Kabareskrim Mabes Polri. Sutarman juga pernah menjadi ajudan mantan Presiden KH Abdurahman Wahid. Sementara, Komjen Budi Gunawan pernah menjadi ajudan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Sedangkan Komjen Anang Iskandar, saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). AA

Rabu, 12 Maret 2014


Jakarta - Pemilihan presiden di Indonesia tinggal menghitung hari. Namun, Rakyat Indonesia sudah terobsesi sekarang untuk membicarakan pengganti Susilo Bambang Yudhoyono, dan nama Prabowo Subianto sebagai salah satu kandidat terkuat yang mendapat banyak dukungan untuk maju sebagai calon Presiden pada pemilu 2014.

Prabowo Subianto
Prabowo yang digadang-gadang sebagai "Soekarno Kecil" ini merupakan tokoh yang tetap komitmen bersuara keras terhadap korupsi, pencurian kekayaan alam oleh pihak asing, dan segala hal yang merugikan bangsa ini.

Sosok Prabowo, yang tegas dan berwibawa inilah suatu alasan kenapa rakyat sangat menginginkannya menjadi presiden sehingga Indonesia bias bangkit kembali dari keterpurukan dan membuat Indonesia kembali menjadi Macan Asia.

Mengingat jalan panjang penuh duri yang di lewati Prabowo menuju kursi RI-1 tanpa keluh kesah, seperti banyak maneuver-manuver Kampanye negatif yang dilakukan oleh lawan politik Prabowo Subianto dirasakan semakin gencar menjelang pemilu 2014. Kini saatnya diperlukan peran masyarakat untuk menyosialisasikan apa yang dilakukan oleh Prabowo Subianto menuju kursi RI-1 untuk seluruh rakyat Indonesia.

Demikian salah satu alasan utama yang menjadi landasan akan berdirinya Organisasi Relawan Akademis For Prabowo Presiden se Nusantara yang di nahkodai Krht. Mochamad AA, SH, M.Hum selaku Advokat, Pengacara dan Penasehat Hukum pada Koran BIN.

Untuk mendongkrak popularitas Prabowo Subianto, Relawan Akademis For Prabowo Presiden akan segera melakukan beberapa aksi. Seperti membangun kembali jalinan hubungan emosional para relawan, tokoh senior, generasi muda, aktivis mahasiswa dan simpatisan Prabowo Subianto sebagai pilar utama pendukung untuk menyukseskan terpilih Prabowo sebagai Presiden pada 2014.

Alasan lain pendirian Relawan Akademis For Prabowo Presiden, adalah ketegasannya dalam penegakan supremasi hukum seperti pemberantasan KKN serta terciptanya rasa aman di berbagai daerah. Selain itu diperlukan upaya komprehensif untuk merekrut massa pemilih perempuan dan pemilih pemula, program eko­no­mi kerakyatan dan sebagainya, kata Krht. Mochamad AA, SH, M.Hum.

Sementara itu program yang akan dilakukan adalah menangani dan menghadapi berbagai isu, menjadikan seluruh sekretariat Relawan Akademis For Prabowo Presiden sebagai “Rumah Rakyat” (untuk menerima aspirasi dan menerima dukungan), serta membangun konsep komunikasi terpadu.

Mengenai jumlah relawan yang akan direkrut, Krht. Mochamad AA, SH, M.Hum mengatakan, sebanyak-banyaknya, di mulai dari Malang, Jogja, Bandung, Surabaya, Bali, Kalimantan, Medan, Lombok, Papua Raya siap jadi pelaku, ujar Krht. Mochamad AA, SH, M.Hum.

“Relawan Akademis For Prabowo Presiden didirikan untuk memperlancar dan serta mendukung Prabowo menjadi Presiden pada 2014-2019,” jelasnya. Fathur Rohman

Unordered List

Sample Text

10 NOVEMBER

10 NOVEMBER

SELAMAT

SELAMAT

PELANTIKAN KAPOLRI

PELANTIKAN KAPOLRI

IDUL FITRI

IDUL FITRI

125 Px

280 Px

280 Px

120 Px

Pages

280 Px

Diberdayakan oleh Blogger.

940 Px

Social Icons

Followers

Featured Posts

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget