Selasa, 11 Maret 2014

Jakarta - Serangan terha­dap aparat dan fasilitas kepoli­sian merupakan salah satu indikator ancaman terorisme di da­­lam negeri di samping se­­rang­kaian peristiwa yang terjadi menjelang akhir bulan Rama­dhan.
Anggota DPR asal Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo
“Serangan kepada aparat dan fasilitas kepolisian meru­pa­kan indikator ancaman tero­risme di dalam negeri akhir-akhir ini sudah lebih dari cu­kup, bahkan sangat gam­blang,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo.
Bahkan, indikator tersebut juga terlihat dari serangkaian peristiwa yang terjadi menje­lang akhir bulan Ramadhan, baru-baru ini. Dan itu merong­rong sistem keamanan dalam negeri.
“Tidak hanya ledakan bom di Vihara Ekayana, tetapi saya juga melihat rangkaian kasus penemba­kan prajurit polisi serta serangan ter­hadap fasili­tas Polri sebagai indikator ten­tang menguatnya anca­man tero­ris­me di dalam negeri,” ka­ta Bam­bang.
Indikator lain yang tidak boleh diremehkan adalah kasus hilangnya 250 dinamit milik PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) di Subang, serta pem­bo­bolan penjara Tanjung Gusta di Medan yang menyebabkan sejum­lah narapidana teroris melarikan diri.
“Tidak berlebihan untuk mengait­kan pembobolan penjara Tanjung Gusta dengan sinyalemen atau imbauan Organisasi Polisi Kriminal Internasional (ICPO) baru-baru ini. ICPO memperingatkan bahwa pem­bo­bolan penjara di sejumlah negara merupakan ancaman besar bagi keamanan global. Bahkan ICPO menduga jaringan Al-Qaeda juga terlibat dalam penyerangan dan pem­bobolan sejumlah penjara di sembi­lan negara,” kata politisi Gol­kar itu.
Karena itu, ledakan bom ber­skala rendah di Vihara Ekayana, serta pe­nembakan terhadap polisi dan sera­ngan bom terhadap fasili­tas Polri patut dilihat sebagai kecen­derungan. Se­buah kecenderungan yang menje­laskan dengan gam­blang bahwa ancaman terorisme di dalam negeri masih ada dan sangat nyata.
“Bom di Vihara Ekayana dan upaya membunuh polisi layak di­mak­nai se­bagai upaya menjajal kewaspa­daan aparat keamanan dalam negeri. Atau, bahkan bisa juga sebagai serangan pengalih perhatian untuk membidik sa­saran lain yang lebih besar dan stra­tegis dengan skala serangan yang jauh lebih besar,” pungkas Bambang. AA

0 komentar:

Posting Komentar

Unordered List

Sample Text

10 NOVEMBER

10 NOVEMBER

SELAMAT

SELAMAT

PELANTIKAN KAPOLRI

PELANTIKAN KAPOLRI

IDUL FITRI

IDUL FITRI

125 Px

280 Px

280 Px

120 Px

Pages

280 Px

Diberdayakan oleh Blogger.

940 Px

Social Icons

Followers

Featured Posts

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget